Kebudayaan

2026.03.27

Dokumenter BTS: The Return yang mengangkat proses produksi album penuh ke-5 BTS bertajuk ARIRANG akan dirilis di Netflix pada tanggal 27 Maret 2026.

Dokumenter BTS: The Return yang mengangkat proses produksi album penuh ke-5 BTS bertajuk ARIRANG akan dirilis di Netflix pada tanggal 27 Maret 2026.



Penulis: Xu Aiying
Foto dan Video: Netflix

"Menjalani 12 tahun sebagai BTS adalah sebuah berkah. Namun, mahkota besar bernama BTS itu juga terasa begitu berat hingga menimbulkan ketakutan."

Pengakuan tersebut disampaikan RM dalam dokumenter BTS: The Return, yang mengisahkan proses produksi album penuh ke-5 BTS bertajuk ARIRANG dan akan dirilis di Netflix pada tanggal 27 Maret 2026.

Dokumenter ini dimulai dari "songwriting camp" BTS di Los Angeles, Amerika Serikat, setelah seluruh anggota menyelesaikan wajib militer mereka tahun 2025. Meski kembali berkumpul setelah jeda panjang, proses pengerjaan album sempat menemui kebuntuan. Membuka babak baru ternyata diiringi tekanan besar, sebanding dengan ekspektasi yang mengiringinya.

Di balik penentuan tema Arirang, terungkap kisah yang berakar pada rekaman lagu "Arirang" pertama oleh tujuh pelajar Joseon di Washington pada tahun 1896. Perdebatan berulang mengenai apakah unsur lagu rakyat "Arirang" akan disisipkan dalam lagu pembuka "Body to Body", serta komposisi lirik antara bahasa Korea dan Inggris, turut ditampilkan secara jujur dalam dokumenter tersebut.

Sementara itu, lagu utama "SWIM" bahkan menuai tanggapan yang terbelah di antara para anggota, hingga disebut seperti Pyongyang naengmyeon yang bercita rasa ringan dan tidak langsung kuat di lidah. Saat mendengarkan hasil rekaman bersama, perbedaan pendapat tetap muncul. Kekhawatiran bahwa arah musik ini bertolak belakang dengan ekspektasi publik berbenturan dengan tekad untuk bereksperimen. Di tengah tarik-menarik tersebut, keputusan pun diambil: perubahan harus dilakukan sekarang, atau tidak sama sekali.



Waktu-waktu intens di studio rekaman dan ruang kerja, serta segelas minuman yang dinikmati larut malam di asrama—yang membuat mereka mampu bertahan pada akhirnya adalah satu sama lain.

Sutradara film Amerika keturunan Vietnam, Bao Nguyen, merekam perjalanan ini dengan sudut pandang yang hangat. Alih-alih menggunakan pengarahan yang artifisial, ia memilih pendekatan observasional dengan kamera yang dipasang di tripod untuk menangkap keseharian para anggota. Cuplikan video rumahan yang direkam sendiri oleh para anggota dengan camcorder lama turut disisipkan, sehingga menghadirkan kesan yang lebih akrab.

Dalam konferensi pers yang digelar pada tanggal 20 Maret 2026 di Cinecube Gwanghwamun, Jongno-gu, Seoul, Nguyen mengatakan, "Kita terkadang lupa apa makna BTS sebenarnya, serta betapa besar tanggung jawab yang mereka emban sebagai orang Korea sekaligus artis global."

Ia menambahkan, "Melalui proses pembuatan dokumenter ini, saya menyaksikan bagaimana para anggota memikul tanggung jawab tersebut dan tetap mampu melahirkan karya yang indah—sebuah perjalanan yang penuh rasa hormat dan kekaguman."

Ia melanjutkan, "Karya ini bukan sekadar kisah di balik proses kreatif. Menjalani hidup sebagai BTS sendiri sudah merupakan hal yang sangat sulit, tetapi karena mereka bertujuh, mereka mampu menghadapinya bersama."

Sementara itu, Wakil Presiden Big Hit Music, Nicole Kim, menjelaskan alasan di balik keputusan membagikan proses kreatif album ini kepada publik melalui dokumenter. "Untuk menciptakan sebuah album berdurasi kurang dari satu jam, dibutuhkan proses yang sangat panjang, melibatkan banyak pihak yang bersama-sama membangun kerja tim," ujarnya.

Ia menambahkan, "Kami merasa sangat bermakna dapat memperlihatkan perjalanan intens ini seiring dengan perilisan album."

Cuplikan adegan dari dokumenter Netflix BTS: The Return.

Cuplikan adegan dari dokumenter Netflix BTS: The Return.


xuaiy@korea.kr

konten yang terkait