Suasana Natal sangat terasa dengan dekorasi pohon Natal di tengah Perpustakaan Starfield COEX yang dipotret pada tanggal 26 November 2025.
Warga terlihat memadati Pasar Natal yang digelar di Alun-alun Gwanghwamun pada tanggal 14 Desember 2025. Pasar tersebut dibuka sebagai bagian dari Seoul Winter Festa.
Berbagai festival pun digelar untuk menyambut Natal, seperti Pasar Natal di Alun-alun Gwanghwamun dan Festival Lentera Seoul di Cheonggyecheon yang digelar hingga tanggal 4 Januari 2026. Warga dan wisatawan memadati berbagai dekorasi dan zona foto hingga larut malam.
Derai tawa para pengunjung pun terdengar dari gelanggang seluncur es yang dibangun di Seoul Plaza. Suhu musim dingin memang sangat mengigit, tetapi suasananya sangat hangat.
Kehangatan Natal lain bisa dirasakan melalui donasi. Warga setempat bisa berbagi melalui kotak amal yang dipasang di berbagai tempat selama Natal. Bunyi lonceng pun terdengar dan kotak berwarna merah bisa dilihat di berbagai tempat.
Menara Suhu Cinta yang dipasang di Alun-alun Gwanghwamun pun menyimbolkan kampanye pengumpulan dana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Suhu yang ditampilkan merupakan jumlah persentase target donasi yang berhasil dicapai.
Beberapa orang anak terlihat sedang memberikan donasi melalui kotak amal merah pada tanggal 28 November 2025 di sebuah jalan yang terletak di Myeong-dong, Jung-gu, Seoul.
Satu hal yang paling dinantikan oleh semua orang pada malam Natal adalah salju. 'Natal Putih' yang berselimutkan salju merupakan impian seluruh warga Korea. Salju mampu membuat jalanan kota menjadi lebih indah bagaikan sebuah adegan di dalam film Hollywood. Akan tetapi, salju belum tentu turun pada hari Natal.
Bulan Desember di Korea selalu diwarnai dengan pohon Natal, kue Natal, dan harapan. Suasana tersebut terus sama setiap tahunnya, tetapi terus menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi seluruh warga.
aisylu@korea.kr