Kebudayaan

2025.10.23

Star K-influencer BOOT CAMP digelar tanggal 20-21 September 2025 di Kota Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk.

Star K-influencer BOOT CAMP digelar tanggal 20-21 September 2025 di Kota Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk.



Penulis: Jeon Misun
Foto dan video: Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata telah merilis video Star K-influencer BOOT CAMP musim ketiga.

Para peserta diajak untuk mengunjungi Gyeongju pada tanggal 20-21 September 2025 untuk menyusuri sejarah seribu tahun Kerajaan Silla (57 SM s/d 935 M).

Pelatihan untuk para K-influencer kali ini bertujuan untuk mempromosikan Gyeongju kepada dunia dalam menyambut penyelenggaraan KTT APEC (Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik) tahun 2025.

12 orang peserta pelatihan tahun 2025 terpilih dari 1.303 orang K-influencer yang berasal dari 97 negara. Para peserta dibagi menjadi tiga tim, yaitu Cheomseong, Hwarang, dan Wolji. Nama-nama tersebut dipilih karena merupakan warisan budaya utama daerah Gueongju.

Setiap tim memiliki tugas untuk membuat konten dalam waktu dua hari satu malam bersama produser video dan staf profesional yang khusus diundang dalam pelatihan tersebut.

Cheomseong merupakan tim yang harus melakukan misi untuk mempromosikan Gyeongju lewat Observatorium Cheomseongdae. Dari kiri ke kanan: Iqbal (Indonesia), Paola (Meksiko), Albert (Spanyol), dan Esra (Turkiye).

Cheomseong merupakan tim yang harus melakukan misi untuk mempromosikan Gyeongju lewat Observatorium Cheomseongdae. Dari kiri ke kanan: Iqbal (Indonesia), Paola (Meksiko), Albert (Spanyol), dan Esra (Turkiye).


Tim Cheomseong mendapatkan tugas untuk membuat konten dengan latar belakang Observatorium Cheomseongdae. Observatorium tersebut merupakan simbol utama Gyeongju dan merupakan salah satu observatorium tertua di dunia.

Para peserta menggunakan kamera untuk mengambil video yang mampu menampilkan keindahan dan sejarah tempat tersebut. Mereka pun berhasil menyelesaikan misi untuk mempromosikan Gyeongju.

Iqbal yang berasal dari Indonesia berkata, "Saya tidak akan bisa melupakan pemandangan Observatorium Cheomseongdae saat matahari tenggelam. Cheomseongdae merupakan warisan unik yang harus dilihat dengan mata kepala kita sendiri."

Hwarang merupakan tim yang harus melakukan misi untuk mempromosikan Gyeongju lewat Kampung Tradisional Gyochon. Dari kiri ke kanan: Priyal (India), Zahra (Iran), Siham (Maroko), dan Saurabh (Nepal).

Hwarang merupakan tim yang harus melakukan misi untuk mempromosikan Gyeongju lewat Kampung Tradisional Gyochon. Dari kiri ke kanan: Priyal (India), Zahra (Iran), Siham (Maroko), dan Saurabh (Nepal).


Tim Hwarang harus menyelesaikan misi di kampung hanok bernama Kampung Tradisional Gyochon. Mereka membuat konten dengan tema, "Keindahan tradisional di tengah kehidupan sehari-hari." Mereka ingin berbagi pesona Gyeongju dalam suasana yang akrab dengan masyarakat dunia.

Seluruh anggota Tim Hwarang menggunakan hanbok pria dalam menyelesaikan misi mereka. Mungkinkah mereka mendapatkan pengaruh dari animasi ternama KPop Demon Hunters?

Priyal yang berasal dari India berkata, "Suasana di Kampung Tradisional Gyochon membuat kami merasa seperti melakukan perjalanan waktu. Kami telah membuat konten dengan keindahan alam Gyeongju dan hanok-hanok yang masih terjaga dengan baik. Kami berharap akan ada semakin banyak orang yang ingin merasakan Korea secara langsung melalui video kami."

 Wolji merupakan tim yang harus melakukan misi untuk mempromosikan Gyeongju lewat Jalan Hwangnidan-gil. Dari kiri ke kanan: Adil dari Pakistan, Ceren dari Turkiye, Lisa dari Italia, dan Tsetska dari Bulgaria.

Wolji merupakan tim yang harus melakukan misi untuk mempromosikan Gyeongju lewat Jalan Hwangnidan-gil. Dari kiri ke kanan: Adil dari Pakistan, Ceren dari Turkiye, Lisa dari Italia, dan Tsetska dari Bulgaria.


Tim Wolji menyelesaikan misi mereka di Jalan Hwangnidan-gil. Jalan tersebut populer karena memiliki sosok tradisional melalui hanok-hanok dan sosok modern melalui berbagai kafe dan galerinya.

Jalan Hwangnidan-gil sangat populer di kalangan masyarakat muda di Korea akhir-akhir ini. Para peserta pun mengambil video di sana untuk mempromosikannya kepada dunia.

Lisa yang berasal dari Italia berkata, "Hanbok-hanbok yang dikenakan oleh para pengunjung di Jalan Hwangnidan-gil lebih beragam dibanding Seoul."

Anggota tim lain pun berkata, "Kami terkesan karena seluruh kampung dihias dengan menggunakan tema hanok. Saya merasa seperti masuk ke ruang romantis di lokasi syuting drama Korea."

Peserta Star K-influencer BOOT CAMP Musim Ketiga terlihat sedang mengambil gambar Sumaksae di Museum Nasional Gyeongju.

Peserta Star K-influencer BOOT CAMP Musim Ketiga terlihat sedang mengambil gambar Sumaksae di Museum Nasional Gyeongju.


Video Star K-influencer BOOT CAMP musim ketiga bisa disaksikan di saluran YouTube resmi K-influencer (https://www.youtube.com/@Kinfluencer) mulai tanggal 23 Oktober 2025.



K-influencer merupakan kelompok kreator konten asing yang bertugas untuk mempromosikan budaya Korea kepada dunia. Mereka membuat konten daring untuk memperkenalkan pesona Korea. Saat ini 1.303 orang dari 97 negara sedang beraktivitas sebagai K-influencer. Program K-influencer diluncurkan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mulai tahun 2020 untuk melatih para ahli promosi Korea baru melalui beragam pelatihan, liputan, dan kerja sama.


msjeon22@korea.kr