Kebudayaan

2024.07.16

Grup CSR sedang terlihat membuat bentuk hati di panggung acara Hallyu Town in Belgium yang digelar pada tanggal 17-18 Juni 2023 (waktu setempat) di Place de Brouckere, Kota Brussels, Belgium. Acara tersebut dihadiri lebih dari 47.000 orang pengunjung. (Tangkapan layar Instagram CSR)

Grup CSR sedang terlihat membuat bentuk hati di panggung acara Hallyu Town in Belgium yang digelar pada tanggal 17-18 Juni 2023 (waktu setempat) di Place de Brouckere, Kota Brussels, Belgium. Acara tersebut dihadiri lebih dari 47.000 orang pengunjung. (Tangkapan layar Instagram CSR)



Penulis: Lee Jihae

Diperkirakan skala pasar hallyu akan mencapai 273 triliun won pada tahun 2030.

Pada tanggal 15, TikTok Korea mengumumkan laporan berjudul Hallyu di Era Short-form: Bersaing dengan Konten Pendek dan Kuat (terjemahan tidak resmi) di CGV Cheongdam Cine City, Gangnam-gu, Seoul. Laporan tersebut diteliti dan ditulis bersama dengan Kantar yang merupakan sebuah perusahaan data dan analisis pemasaran global.

Laporan tersebut menjelaskan, "Kesuksesan hallyu yang belum pernah terjadi sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda melambat berkat pertumbuhan kuat perusahaan-perusahaan Korea dan ekspansi mereka ke luar Korea. Skala pengeluaran hallyu tahun 2024 mencapai 76 miliar dolar (sekitar 1105 triliun won)."

Laporan tersebut menambahkan, "Skala pengeluaran hallyu akan meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2030 sehingga bertumbuh menjadi lebih dari 143 miliar dolar (sekitar 197 triliun won). Mengingat calon konsumen yang belum pernah membeli produk terkait hallyu, skala pengeluaran hallyu akan mencapai sekitar 198 miliar dolar (sekitar 273 triliun won) pada tahun 2030."

Laporan tersebut menyampaikan bahwa 92% dari 2.018 orang konsumen berusia 18 hingga 45 tahun di Amerika Serikat, Indonesia, Thailand, dan Vietnam mengatakan mereka menjadi lebih tertarik pada produk dan merek Korea karena drama dan lagu Korea.

75% konsumen di empat negara tersebut menjawab bahwa mereka menjadi lebih tertarik dengan produk perawatan kulit Korea karena K-drama atau K-pop. 57% konsumen di empat negara tersebut mengatakan bahwa mereka pernah makan makanan Korea setelah menonton webtun atau drama Korea.

CEO Asia-Pacific business Kantar Insight Cheong Tai Leung mengatakan, "Hallyu sedang berkembang menjadi industri global dengan kecepatan dan pengaruh yang luar biasa. Perusahaan-perusahaan harus memanfaatkan gelombang hallyu sebagai peluang bisnis."

jihlee08@korea.kr

konten yang terkait