Kebudayaan

2024.07.05

Foto di atas menunjukkan panorama Goryeong-gun di Provinsi Gyeongsangbuk yang telah ditetapkan sebagai kota kuno kelima Korea. (Badan Layanan Warisan Korea)

Foto di atas menunjukkan panorama Goryeong-gun di Provinsi Gyeongsangbuk yang telah ditetapkan sebagai kota kuno kelima Korea. (Badan Layanan Warisan Korea)



Penulis: Margareth Theresia

Goryeong-gun yang terletak di Provinsi Gyeongsangbuk ditetapkan menjadi kota kuno kelima Korea. Goryeong merupakan pusat budaya dan politik Kerajaan Daegaya (42-562 M).

Badan Layanan Warisan Korea mengungkapkan pada tanggal 3 Juli 2024 bahwa Goryeong Daegaya telah diputuskan untuk ditetapkan menjadi kota kuno terbaru Korea oleh Komite Pusat Pemeliharaan dan Promosi Kota Kuno Korea.

Goryeong menjadi kota kuno kelima Korea setelah Gyeongju, Buyeo, Gongju, dan Iksan.

Sebuah kota ditetapkan menjadi sebuah kota kuno apabila wilayah tersebut memiliki makna bersejarah sebagai pusat budaya dan politik masyarakat Korea.

Sebagian besar warisan budaya di Goryeong masih terpelihara dengan baik, seperti kota benteng Daegaya, Jisan-dong Tumuli yang menjadi warisan dunia UNESCO, Benteng Jusanseong yang menjadi benteng pertahanan kerajaan, peninggalan saluran air kuno, dan tungku pembakaran keramik kuno.

Warisan budaya tak benda berupa legenda pendirian Kerajaan Daegaya pun masih terjaga dengan baik.

Goryeong juga menjadi wilayah yang unggul dari segi sejarah, akademis, dan seni. Struktur makam kuno di Goryeong berbeda dengan Silla, begitu pun dengan gerabah yang ditemukan di wilayah Goryeong. Oleh karena itu, peninggalan-peninggalan tersebut bisa disebut 'bergaya Daegaya' atau 'bergaya Goryeong'.

Kerangka benteng kota yang menunjukkan bahwa Goryeong merupakan ibu kota Daegaya pun masih tersisa dengan baik. Oleh karena itu, nilai lanskap Goryeong juga dinilai unggul karena masih dijaga dan dikelola dengan baik.


Foto di atas menunjukkan Jisan-dong Tumuli di Goryeong-gun yang ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO. (Pusat Pengelolaan Warisan Dunia untuk Gaya Tumuli)

Foto di atas menunjukkan Jisan-dong Tumuli di Goryeong-gun yang ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO. (Pusat Pengelolaan Warisan Dunia untuk Gaya Tumuli)


Penetapan Goryeong sebagai kota kuno akan membuat Goryeong memberikan bantuan kepada masyarakat untuk melakukan aktivitas sebagai masyarakat kota kuno serta memperbaiki berbagai fasilitas dan lingkungan di dalam Goryeong.

Selain itu, Goryeong juga akan bisa mendapatkan bantuan untuk proyek pembentukan ruang budaya dan sejarah dengan menggunakan peninggalan serta pusat eksplorasi warisan budaya agar masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan melalui pendidikan atau aktivitas terkait warisan dunia dan peninggalan utama.

Empat kota yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai kota kuno pada tahun 2004 telah menggelar berbagai program masyarakat yang bisa membantu masyarakat setempat melalui harmonisasi dengan lingkungan budaya dan sejarah.

Badan Layanan Warisan Korea berkata, "Melalui penetapan Goryeong Daegaya sebagai kota kuno, kami akan terus memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat setempat dengan memelihara, mengelola, serta mempromosikan warisan budaya benda maupun takbenda yang berada di wilayah Goryeong-gun."


margareth@korea.kr

konten yang terkait