Bisnis

2026.05.13

Menurut Bloomberg pada tanggal 11 Mei 2026 (waktu setempat), para ekonom bank investasi Goldman Sachs menilai lonjakan ekspor teknologi akibat meningkatnya permintaan AI tengah membentuk surplus raksasa berbasis AI. Mereka memperkirakan surplus transaksi berjalan Korea tahun 2026 akan melampaui 10% dari produk domestik bruto (PDB). (Tangkapan layar laman resmi Bloomberg)

Menurut Bloomberg pada tanggal 11 Mei 2026 (waktu setempat), para ekonom bank investasi Goldman Sachs menilai lonjakan ekspor teknologi akibat meningkatnya permintaan AI tengah membentuk surplus raksasa berbasis AI. Mereka memperkirakan surplus transaksi berjalan Korea tahun 2026 akan melampaui 10% dari produk domestik bruto (PDB). (Tangkapan layar laman resmi Bloomberg)



Penulis: Hong Angie

Prospek surplus transaksi berjalan Korea diperkirakan melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah seiring lonjakan ekspor semikonduktor akibat meningkatnya permintaan kecerdasan buatan (AI).

Menurut Bloomberg pada tanggal 11 Mei 2026 (waktu setempat), para ekonom bank investasi Goldman Sachs menilai lonjakan ekspor teknologi akibat meningkatnya permintaan AI tengah membentuk super surplus berbasis AI. Mereka memperkirakan surplus transaksi berjalan Korea tahun 2026 akan melampaui 10% dari produk domestik bruto (PDB).

Laporan tersebut menyebut lonjakan ekspor teknologi, terutama semikonduktor, sebagai faktor utama di balik tren tersebut. Goldman Sachs memperkirakan ekspor terkait AI Korea akan mendekati 30% dari PDB tahun ini. Angka itu hampir tiga kali lipat dibandingkan rata-rata di bawah 10% dalam satu dekade terakhir.

Goldman Sachs menyatakan bahwa booming AI kali ini menjadi siklus teknologi terkuat sepanjang sejarah bagi Korea dan Taiwan. Mereka juga menilai skala dan pertumbuhan ekspor semikonduktor akan cukup untuk menutupi tekanan dari faktor eksternal, termasuk fluktuasi harga energi. Meski kedua negara sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah, peningkatan ekspor dinilai mampu mengimbangi dampak tersebut.

Para ekonom tersebut juga memperkirakan Bank of Korea akan menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 0,25 poin persentase pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Pemulihan ekonomi akibat kuatnya ekspor serta penguatan won disebut menjadi faktor utama pendorong kenaikan suku bunga.

shong9412@korea.kr

konten yang terkait