Bisnis

2026.04.22

Presiden Lee Jae Myung (baris depan, ketujuh dari kiri) dan Perdana Menteri India Narendra Modi (baris depan, ketujuh dari kanan) berfoto bersama para peserta dalam Dialog Bisnis Korea–India yang digelar pada tanggal 20 April 2026 (waktu setempat) di kantor Perdana Menteri di New Delhi. (Cheong Wa Dae)

Presiden Lee Jae Myung (baris depan, ketujuh dari kiri) dan Perdana Menteri India Narendra Modi (baris depan, ketujuh dari kanan) berfoto bersama para peserta dalam Dialog Bisnis Korea–India yang digelar pada tanggal 20 April 2026 (waktu setempat) di kantor Perdana Menteri di New Delhi. (Cheong Wa Dae)



Penulis: Lee Da Som

Kerja sama industri Korea–India kian meluas, mulai dari sektor baja, galangan kapal hingga digital, dalam momentum kunjungan Presiden Lee Jae Myung ke India.

Dalam forum bisnis dan rangkaian acara yang dihadiri pelaku usaha utama dari kedua negara, tercapai 20 nota kesepahaman (MoU) sektor swasta serta kontrak ekspor antara perusahaan Korea dan India senilai sekitar 48 juta dolar.

Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya mengungkapkan pada tanggal 21 April 2026 bahwa acara Korea–India Business Partnership digelar pada tanggal 20 April 2026 (waktu setempat) di Bharat Mandapam, New Delhi.

Forum bisnis yang dihadiri Presiden Lee tersebut turut diikuti lebih dari 250 pelaku usaha utama dari Korea—termasuk Ketua Samsung Electronics Lee Jae-yong, Ketua Hyundai Motor Group Chung Euisun, Ketua LG Koo Kwang-mo, Ketua POSCO Chang In-hwa, serta Ketua HD Hyundai Gruop Chung Ki-sun—bersama lebih dari 350 pelaku usaha dari India. Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya Kim Jung-Kwan serta Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal juga hadir, menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama.

Dalam forum tersebut, kedua negara menandatangani total 20 MoU sektor swasta, terutama di bidang dengan kebutuhan kerja sama tinggi, termasuk baja, galangan kapal, digital, dan energi.

Di sektor galangan kapal, HD Korea Shipbuilding & Offshore Engineering menjalin kerja sama dengan NSHIP TN dan Sagarmala Finance Corporation (SMFCL) untuk mendorong pembangunan infrastruktur inti serta pembentukan perusahaan patungan dalam rangka pendirian galangan kapal baru di India.

Sementara itu, Hyundai Motor Group bekerja sama dengan TVS Motor Company akan mengembangkan kendaraan listrik roda tiga ramah lingkungan yang disesuaikan dengan karakteristik pasar India, sekaligus memperluas penetrasi pasar lokal.

Kementerian bekerja sama dengan KOTRA (Badan Promosi Perdagangan dan Investasi Korea) menggelar Korea–India Business Partnership di Hotel Oberoi, New Delhi, dan mencatat capaian konkret. Dalam ajang tersebut, 40 perusahaan Korea dan 100 perusahaan India dari berbagai sektor—mulai dari manufaktur, halyu, hingga industri teknologi tinggi—berpartisipasi dalam sesi penjajakan bisnis, yang menghasilkan 14 kesepakatan ekspor senilai sekitar 48 juta dolar (sekitar 70,6 miliar won).

Menteri Kim menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar kerja sama ekonomi Korea–India memasuki fase baru, sekaligus membuka lebih banyak peluang bisnis bagi perusahaan di kedua negara.

dlektha0319@korea.kr

konten yang terkait