Kepala Departemen Perdagangan di Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya, Yeo Han-koo (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Menteri Perdagangan untuk Departemen Bisnis dan Perdagangan Britania Raya, Chris Bryant, pada tanggal 15 Desember 2025 (waktu setempat) dalam upacara penandatanganan kesepakatan peningkatan FTA Korea-Britania Raya yang digelar di London, Inggris. (Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya)
Penulis: Lee Da Som
Korea dan Inggris akhirnya berhasil menyepakati beberapa poin peningkatan dalam perjanjian perdagangan bebas (FTA) antara keduanya setelah bernegosiasi selama lebih dari dua tahun.
Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya mengungkapkan pada tanggal 16 Desember 2025 bahwa kesepakatan tersebut diambil setelah negosiasi pada tanggal 15 Desember 2025 (waktu setempat).
Pihak Korea diwakili oleh Kepala Departemen Perdagangan di Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya, Yeo Han-koo, dan pihak Britania Raya diwakili oleh Wakil Menteri Perdagangan untuk Departemen Bisnis dan Perdagangan, Chris Bryant.
Berdasarkan pernyataan bersama, Korea dan Britania Raya sepakat untuk melonggarkan ketentuan asal barang yang sebelumnya diterapkan secara ketat terhadap komoditas ekspor utama Korea.
Kesepakatan baru ini akan mempermudah perusahaan Korea untuk memperoleh penerapan tarif prefensial berdasarkan FTA.
Pada perjanjian sebelumnya, produk automotif Korea baru bisa mendapatkan keuntungan bebas bea apabila lebih dari 55% nilai tambahnya dihasilkan di negara terkait dalam perjanjian.
Akan tetapi, ambang batas tersebut diturunkan menjadi 25% dalam kesepakatan terbaru.
Pelonggaran ketentuan asal barang tersebut membuka kesempatan lebar untuk beberapa komoditas Korea agar bisa masuk ke pasar Inggris, seperti produk kosmetik dan makanan.
Perjanjian terbaru juga mengandung perubahan dalam sistem visa. Britania Raya melonggarkan izin untuk masuk dan tinggal di Britania Raya bagi teknisi dan tenaga kerja ahli dalam bidang mesin dan peralatan Korea yang harus berpartisipasi dalam pembangunan pabrik manufaktur perusahaan-perusahaan Korea di Britania Raya.
Beberapa hal lain yang masuk ke dalam perjanjian tersebut adalah pembukaan pasar jalan tol Britania Raya untuk pasar pengadaan pemerintah serta pembukaan sektor parmainan daring bagi perusahaan Korea.
Selain itu, Korea dan Britania Raya juga memperkenalkan norma-norma perdagangan baru dengan menetapkan aturan perdagangan digital serta membangun kerangka kerja sama yang komprehensif di bidang-bidang seperti rantai pasok dan inovasi untuk merespons perubahan lingkungan perdagangan global.
Yeo menilai, "FTA Korea dan Britania Raya yang telah ditingkatkan akan memperkuat sistem pasar bebas di tengah lingkungan perdagangan yang semakin diliputi ketidakpastian."
Ia menambahkan, "Perjanjian ini akan menjadi momentum untuk mempererat hubungan kerja sama ekonomi dengan Britania Raya yang merupakan mitra utama Korea di Eropa."
dlektha0319@korea.kr