Urusan Dalam Negeri

President Lee Jae Myung

Presiden Lee Jae Myung telah resmi dilantik sebagai presiden Republik Korea yang ke-21.


Masa pemerintahannya telah resmi dimulai pada tanggal 4 Juni 2025. Visi utama pemerintahan Presiden Lee adalah 'Negara dengan rakyat sebagai pemiliknya', 'Negara yang berkembang kembali dengan kuat', 'Negara yang ditinggali bersama', 'Negara dengan budaya yang berkembang', serta 'Negara yang aman dan damai'.
Korea dan Argentina Sepakat Perluas Kerja Sama Energi dan Mineral Kritis

Korea dan Argentina Sepakat Perluas Kerja Sama Energi dan Mineral Kritis

Presiden Lee Jae Myung, yang tengah melakukan kunjungan resmi ke Argentina, menggelar pertemuan puncak dengan Presiden Javier Milei pada tanggal 31 Juli 2026 (waktu setempat) untuk membahas kerja sama di bidang minyak mentah, mineral kritis, dan investasi.

2026.08.03

Korea dan Cili Perluas Kerja Sama Mineral Kritis dan Keamanan

Korea dan Cili Perluas Kerja Sama Mineral Kritis dan Keamanan

Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Cili, Jose Antonio Kast, menggelar KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Korea-Cili pada tanggal 30 Juli 2026 (waktu setempat) di Istana La Moneda, Santiago, Cili.

2026.07.31

Korea dan Brasil Perkuat Kerja Sama Pengembangan Pesawat, Mineral Kritis, dan Industri Kecantikan

Korea dan Brasil Perkuat Kerja Sama Pengembangan Pesawat, Mineral Kritis, dan Industri Kecantikan

Presiden Lee Jae Myung menghadiri Forum Meja Bundar Bisnis Korea-Brasil yang digelar pada tanggal 28 Juli 2026 (waktu setempat) di sebuah hotel yang terletak di Sao Paulo, Brasil.

2026.07.30

Pertemuan Puncak Korea-Brasil Digelar

Pertemuan Puncak Korea-Brasil Digelar

Presiden Lee Jae Myung, yang tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasil, menggelar pertemuan puncak dengan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva di Istana Kepresidenan Alvorada, Brasília, pada tanggal 27 Juli 2026 (waktu setempat).

2026.07.28

Presiden Lee Luncurkan Deklarasi AI San Francisco

Presiden Lee Luncurkan Deklarasi AI San Francisco

Presiden Lee Jae Myung, yang tengah melakukan lawatan ke Amerika Serikat, memaparkan visi kerja sama global di bidang kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan "Deklarasi AI San Francisco" dalam San Francisco AI Summit yang digelar di San Francisco pada tanggal 24 Juli 2026 (waktu setempat).

2026.07.27

Presiden Lee Kunjungi AS, Amerika Latin, dan Jerman Mulai 24 Juli 2026

Presiden Lee Kunjungi AS, Amerika Latin, dan Jerman Mulai 24 Juli 2026

Presiden Lee Jae Myung akan memulai lawatan ke San Francisco di Amerika Serikat serta tiga negara di Amerika Latin, yakni Brasil, Cile, dan Argentina, mulai tanggal 24 Juli hingga 3 Agustus 2026 selama 11 hari 9 malam.

2026.07.23

Tonggak Strategis dari Kunjungan Kenegaraan Presiden Lee ke Mongolia

Tonggak Strategis dari Kunjungan Kenegaraan Presiden Lee ke Mongolia

Kunjungan kenegaraan Presiden Lee Jae Myung ke Mongolia pada tanggal 9–11 Juli 2026 menjadi kunjungan kenegaraan pertama dalam 15 tahun. Kunjungan tersebut dinilai sebagai titik balik penting dalam memperkuat ketahanan sumber daya Korea di tengah restrukturisasi rantai pasok global sekaligus mempererat kerja sama keamanan di Asia Timur Laut.

2026.07.21

RAPBN Korea Tahun 2027 Lampaui 800 Triliun Won

RAPBN Korea Tahun 2027 Lampaui 800 Triliun Won

Pemerintah Korea akan menyusun anggaran ekspansif berskala besar dengan meningkatkan total belanja negara tahun 2027 lebih dari 10% dibandingkan dengan tahun 2026.

2026.07.14

Korea dan Mongolia Tetapkan Deklarasi Bersama untuk Era Emas Hubungan Bilateral

Korea dan Mongolia Tetapkan Deklarasi Bersama untuk Era Emas Hubungan Bilateral

Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Mongolia, Ukhnaagiin Khurelsukh, menetapkan deklarasi bersama untuk Era Emas Hubungan Korea-Mongolia setelah menggelar KTT Korea-Mongolia pada tanggal 9 Juli 2026 (waktu setempat) di Istana Pemerintahan Mongolia.

2026.07.10

Presiden Lee Bertemu Pemimpin AS, Norwegia, Ukraina, dan Rumania untuk Pererat Kerja Sama

Presiden Lee Bertemu Pemimpin AS, Norwegia, Ukraina, dan Rumania untuk Pererat Kerja Sama

Presiden Lee Jae Myung telah menghasilkan berbagai pencapaian di bidang diplomasi, industri pertahanan, dan isu geopolitik selama dua hari kunjungannya di Turkiye.

2026.07.09